Abstract
<jats:p>Orasi ini berfokus pada pengembangan senyawa berbasis biomassa lignoselulosa sebagai sumber energi terbarukan dan bahan kimia berkelanjutan. Pengembangan ini menawarkan prospek yang menjanjikan untuk masa depan serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam bidang energi bersih, industri berkelanjutan, dan perubahan iklim. Dengan inovasi dalam teknologi pemrosesan, pengembangan senyawa berbasis lignoselulosa tidak hanya membuka peluang ekonomi hijau tetapi juga mendorong transformasi industri menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan. Ada tiga poin penting yang dibahas dalam orasi ini. Pertama, tahap perlakuan awal pada biomassa. Tahap ini sangat penting sebelum biomassa dikonversi menjadi produk bernilai tinggi, seperti bioetanol, dissolving pulp, selulosa asetat, dan senyawa turunan lignin. Teknologi perlakuan awal yang berkembang saat ini, seperti metode fisik, kimia, biologis serta kombinasinya, membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi proses delignifikasi. Kedua, jumlah lignin di dalam proses delignifikasi. Lignin telah diketahui menjadi faktor penting yang menentukan efektivitas pemisahan komponen biomassa. Selain itu, ternyata jenis monomer penyusunnya memainkan peran penting dalam pemisahan dan konversi biomassa. Proses penghilangan residual lignin dengan metode bleaching menggunakan Totally Chlorine Free (TCF) merupakan langkah lanjut dari proses Elementary Chlorine Free (ECF) dan menawarkan solusi yang lebih ramah lingkungan untuk ekstraksi selulosa. Ketiga, pemilihan reaktor yang tepat. Hal ini sangat penting untuk memastikan efisiensi, kualitas produk, dan pengendalian proses yang optimal. Reaktor portabel skala laboratorium untuk menurunkan kadar lignin secara pararel pada beberapa biomassa dan reaktor pretreatment kontinu yang menggunakan sistem screw ekstruksi merupakan state of the art naskah orasi ini. </jats:p>