Back to Search View Original Cite This Article

Abstract

<jats:p>Ketahanan pangan merupakan isu penting yang menjadi perhatian negara-negara di dunia. Proyeksi pada tahun 2020, sekitar 690 juta orang berada dalam kondisi kelaparan.  Diperkirakan angka penduduk malnutrisi berjumlah lebih dari 760 juta pada tahun 2021, dan akan mencapai lebih dari 800 juta pada tahun 2030. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap ketersediaan dan produksi pangan adalah variabilitas dan perubahan iklim. Hal ini  dapat berpotensi mengakibatkan frekuensi kejadian cuaca eksrim meningkat yang dapat memperburuk kondisi ketahanan pangan global terutama di daerah-daerah yang rentan dengan kelaparan dan malnutrisi. Aksesibilitas pangan, ketersediaan pangan dan pemanfaatan pangan yang merupakan merupakan variabel ketahanan pangan yang rentan terhadap variabilitas Iklim (García-Díez dkk, 2021). Selain itu, kebijakan dan strategi pemerintah   juga berperan penting dalam stabilitas produksi pangan dalam menghadapai tantangan ini. Kemajuan sains dan teknologi dalam bidang klimatologi seperti pemanfaatan satelit cuaca, radar cuaca dan semakin luasnya jaringan pengamatan iklim dapat menjadi modal untuk dapat meningkatkan pemahaman tentang karakteristik iklim. Melalui pemahaman yang baik tentang iklim, diharapkan dapat dijalankan berbagai strategi dalam mewujudkan ketahanan pangan dalam pertanian dan perikanan, seperti program pertanian-perikanan berkelanjutan, pengembangan pertanian-pertanian  pintar, dan diversifikasi produksi pangan. Kemajuan teknologi komputasi berkinerja tinggi juga memiliki peranan dalam memprediksi iklim dan cuaca ekstrim lebih akurat. Hal ini dapat menjadi masukan bagi para pemangku keputusan seperti pemerintah pusat dan daerah dalam menerapkan kebijakan ketahanan pangan.</jats:p>

Show More

Keywords

pangan dalam yang iklim dapat

Related Articles