Back to Search View Original Cite This Article

Abstract

<jats:p> Buku ini merupakan kajian filologis yang berupaya untuk menafsirkan sebuah teks Melayu dari Jakarta pada abad ke-19, yaitu Hikayat Wayang Pandu, dalam hal transformasi atau perubahan cerita Mahabharata dalam hikayat tersebut. Pembongkaran analitis secara teoretik dengan pertimbangan metodologis, dari kajian tekstual hingga kajian kepustakaan, disajikan dalam buku ini untuk menghasilkan temuan yang dapat memperlihatkan pola transformasi dalam tradisi Melayu. Buku kajian ini hadir untuk mengetengahkan diskursus bahwa kebudayaan tidak pernah final dan mapan. Ia hidup dalam jejaring yang cepat atau lambat dan dalam arus besar ataupun kecil, akan terus berjejaring dengan kebudayaan yang lain. Paparan dalam buku ini pada akhirnya memperlihatkan bahwa Mahabharata memiliki jangkauan persebaran dan pengakaran yang meluas, bahkan hingga ke tradisi Melayu pada abad ke-19. Epik ini menjadi sumber inspirasi bagi Muhammad Bakir untuk memproduksi Hikayat Wayang Pandu. Hal itu tampak dari perbandingan elemen-elemen naratif (fabula) antara teks hikayat tersebut, yang dibandingkan dengan teks Mahabharata versi India dan Jawa. Pada kelanjutannya, inspirasi ini tidak bersifat pasif atau sekadar menerima, tetapi mengolah kembali sehingga terjadi transformasi. Dalam pada itu, di balik transformasi tersebut juga berlangsung ideologi yang terbongkar. Artikulasi ideologis ini dimungkinkan oleh konteks sosial yang terjadi dan berkembang pada masa itu, yang menyangkut soal komersialisasi budaya naskah di Batavia pada abad ke-19. Hal ini tentu saja menegaskan bahwa di balik budaya tekstual, terdapat interaksi yang melintasi ruang dan waktu, yang menawarkan kekayaan pengetahuan apabila dikaji lebih dalam.   </jats:p>

Show More

Keywords

yang dalam pada buku kajian

Related Articles

PORE

About

Connect