Back to Search View Original Cite This Article

Abstract

<jats:p>Perilaku merokok pada pria dewasa masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi tinggi dan kesiapan berhenti yang rendah, meskipun pengetahuan tentang bahaya rokok sudah baik. Kondisi ini juga ditemukan di Perumahan Domas RW 10, Salatiga. Situasi tersebut menuntut pendekatan awal yang realistis dan mudah diterapkan sebelum intervensi berhenti merokok secara penuh. Kegiatan penyuluhan “Jaga Paru, Wujudkan Udara Bersih” bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi dampak rokok melalui alternatif sederhana, yaitu penggunaan permen Xylitol sebagai pengalihan oral dan penanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata) untuk membantu memperbaiki kualitas udara di lingkungan terpapar asap rokok. Setelah dilakukan pengkajian terhadap 26 responden, hasil pengkajian menunjukkan 96,2% mengetahui bahaya asap rokok dan 84% memahami risiko penyakit akibat merokok, namun 80,8% menyatakan belum siap berhenti. Metode yang digunakan saat penyuluhan adalah service-learning melalui tahap pengkajian, penyusunan materi, penyuluhan interaktif kolaboratif, serta evaluasi pre-test dan post-test. Sebanyak delapan orang hadir saat penyuluhan karena cuaca buruk. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan pada sebagian besar indikator, termasuk persepsi keamanan vape dari 87,5% menjadi 100%, risiko rokok dari 25% menjadi 62,5%, dan manfaat Xylitol dari 50% menjadi 100%. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis alternatif berpotensi meningkatkan kesadaran dalam mengurangi dampak rokok.</jats:p>

Show More

Keywords

rokok menjadi penyuluhan merokok berhenti

Related Articles