Abstract
<jats:p>Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk memahami secara lebih mendalam bagaimana siswa sekolah menengah pertama memandang dan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi dan persepsi penggunaan Artificial Intelligence dalam proses pembelajaran di SMPN 2 Meral Barat. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Meral Barat, dengan subjek penelitian terdiri atas 10 informan yang terlibat langsung dalam penggunaan Artificial Intelligence (AI) di lingkungan sekolah. Informan tersebut meliputi 1 kepala sekolah, 3 guru mata pelajaran yang telah memanfaatkan teknologi AI dalam proses pembelajaran, serta 6 siswa yang secara aktif menggunakan aplikasi berbasis AI sebagai alat bantu belajar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai praktik pemanfaatan AI di lingkungan sekolah. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa yang terlibat langsung dalam penggunaan teknologi berbasis AI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sebagai upaya menjaga keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI telah dimanfaatkan sebagai teknologi pendukung pembelajaran, terutama dalam pencarian informasi, pemahaman materi yang kompleks, penyusunan tugas, serta evaluasi berbasis digital. Siswa memandang AI secara positif karena membantu mempercepat proses belajar dan memberikan penjelasan alternatif yang lebih sederhana. Namun demikian, terdapat kekhawatiran terkait potensi menurunnya kemampuan berpikir kritis apabila penggunaan AI tidak diawasi secara tepat. Tantangan lain yang dihadapi meliputi keterbatasan infrastruktur, kesenjangan akses digital, literasi teknologi yang belum merata, serta isu etika dan privasi data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI memiliki potensi besar sebagai supportive learning technology apabila diterapkan secara terarah, etis, dan kontekstual dengan tetap menempatkan guru sebagai fasilitator utama. Penguatan literasi digital, penyediaan pelatihan berkelanjutan, serta perumusan kebijakan sekolah yang jelas menjadi langkah strategis dalam memastikan integrasi AI berjalan efektif dan bertanggung jawab.</jats:p>