Abstract
<jats:p>Tingginya nilai ekonomi ikan Cupang jantan (Betta splendens) mendorong pengembangan teknik untuk meningkatkan proporsi kelamin jantan dalam produksi budidaya. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah melalui teknik maskulinisasi pada fase awal perkembangan larva menggunakan bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstrak tepung biji durian (Durio zibethinus Murr.) terhadap maskulinisasi larva ikan Cupang melalui metode perendaman. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, yaitu perlakuan A (0,5 mg/L metil testosteron), perlakuan B (20 mg/L ekstrak tepung biji durian), perlakuan C (30 mg/L ekstrak tepung biji durian), dan perlakuan D (40 mg/L ekstrak tepung biji durian). Larva ikan Cupang berumur 7–10 hari direndam selama 6 jam. Parameter yang diamati meliputi nisbah kelamin jantan dan tingkat kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kelamin jantan tertinggi diperoleh pada perlakuan C (30 mg/L) sebesar 85,71%, diikuti perlakuan B sebesar 83,33%, perlakuan A sebesar 76,39%, dan perlakuan D sebesar 72,22%. Kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan D sebesar 53,33%. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap nisbah kelamin jantan (p = 0,904) maupun kelangsungan hidup larva (p = 0,590). Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak tepung biji durian berpotensi sebagai bahan alami dalam proses maskulinisasi ikan Cupang, meskipun diperlukan penelitian lanjutan untuk menentukan dosis yang lebih optimal.</jats:p>