Abstract
<jats:p>Buku ini mengangkat harapan baru bagi kemandirian ekonomi desa melalui optimalisasi sumber daya alam nabati, dengan fokus pada pemanfaatan kelapa muda menjadi Virgin Coconut Oil (VCO). Berangkat dari realitas pascapandemi yang menekan perekonomian masyarakat desa, penulis menghadirkan potret Desa Lumeneng, Pekalongan, sebagai contoh konkret desa yang kaya potensi alam namun belum sepenuhnya memperoleh nilai tambah dari hasil buminya. Melalui pemetaan sumber daya, kajian jenis-jenis kelapa, hingga analisis peluang dan tantangan produksi VCO, buku ini menunjukkan bahwa kelapa tidak hanya bernilai sebagai komoditas mentah, tetapi dapat menjadi fondasi industri rumah tangga yang berdaya saing dan berkelanjutan. Peran pemerintah desa, pendampingan perguruan tinggi, penguatan kapasitas masyarakat, serta pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital menjadi kunci dalam proses transformasi tersebut. Lebih dari sekadar kajian akademik, buku ini menawarkan model pemberdayaan desa berbasis potensi lokal yang realistis dan aplikatif. Diharapkan, gagasan dan praktik yang dipaparkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia untuk membangun ekonomi yang mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan melalui kekayaan alam nabati yang dimiliki.</jats:p>