Deprecated: Function curl_close() is deprecated since 8.5, as it has no effect since PHP 8.0 in /home/u483256323/domains/poorvam.com/public_html/subdomains/pore/includes/api.php on line 184
Abstract
<jats:p>Buku ini mengkaji nyanyian tradisional anak Sunda yang hidup dalam tradisi lisan masyarakat, khususnya di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Buku ini berangkat dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya ruang pewarisan kakawihan akibat perubahan pola bermain anak dan berkembangnya teknologi digital. Penulis berupaya mendokumentasikan, memahami, dan menghidupkan kembali warisan budaya yang memiliki nilai penting bagi kehidupan masyarakat Sunda. Pada bagian awal, buku menjelaskan dunia anak dalam tradisi Sunda yang sangat dekat dengan permainan, lingkungan alam, dan kehidupan sosial. Bermain tidak hanya dipandang sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang menanamkan nilai kebersamaan, kreativitas, penghargaan terhadap sesama, dan kepedulian terhadap lingkungan. Dalam konteks tersebut, kakawihan menjadi bagian penting dari proses pewarisan budaya kepada anak. Buku ini juga membahas kedudukan kakawihan sebagai bagian dari sastra lisan Sunda. Kakawihan dipahami sebagai bentuk puisi tradisional yang memiliki unsur irama, pengulangan bunyi, dan keindahan bahasa. Selain memiliki fungsi estetis, kakawihan juga berfungsi sebagai sarana hiburan, media interaksi sosial, media pembelajaran bahasa Sunda, ruang kreativitas anak, serta sarana pewarisan nilai budaya. Bagian berikutnya menguraikan hubungan antara kakawihan dan ruang budaya Lembang. Kondisi geografis, kehidupan agraris, dan tradisi sosial masyarakat Lembang menjadi lingkungan yang membentuk lahir dan berkembangnya kakawihan. Penulis menunjukkan bahwa kakawihan tidak dapat dipisahkan dari pengalaman hidup masyarakat dan hubungan mereka dengan alam sekitar. Hasil penelitian berhasil mendokumentasikan lima puluh judul kakawihan yang masih tersimpan dalam ingatan masyarakat Lembang. Kakawihan tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan fungsi dan temanya, yaitu sebagai pengiring permainan anak, bagian dari tradisi berkumpul, media penyampaian pesan kehidupan dan nilai sosial, representasi hubungan manusia dengan alam, serta kelompok kakawihan yang mulai mengalami kelangkaan pewarisan. Secara keseluruhan, buku ini menunjukkan bahwa kakawihan bukan sekadar lagu permainan anak, melainkan warisan sastra lisan yang menyimpan pengetahuan, nilai pendidikan, identitas budaya, dan ingatan kolektif masyarakat Sunda. Buku ini menjadi upaya penting dalam mendokumentasikan dan melestarikan tradisi lisan agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi masa kini dan generasi mendatang.</jats:p>